Rabu, 28 September 2011

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Metode Psikologi

      A.    Pengertian Psikologi

Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: Psychē yang berarti jiwa dan logia atau logos yang artinya ilmu, sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Akan tetapi, karena sifat jiwa yang abstrak, maka Psikologi tidak dapat mempelajari jiwa itu secara langsung, melainkan membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa tersebut dalam bentuk gejala-gejala dan aktivitas-aktivitas kejiwaan yang diekpresikan atau termanifestasikan dalam bentuk tingkah laku, baik itu tingkah laku yang tersembunyi ataupun yang terlihat, baik selaku individu ataupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungannya.
 

Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada sudut pandang tersendiri. Perbedaan ini terjadi disebabkan metode maupun pendekatan yang digunakan para ahli tersebut berbeda dalam melihat permasalahan dari psikologi itu sendiri. Berikut definisi psikologi dari beberapa tokoh:
1.      Wilhelm Wundt: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari kesaradan Manusia
2.   Woodworth dan Marquis: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, yang terlihat maupun yang tidak telihat meliputi aktivitas fisik, emosional, dan berpikir.
3.      Fieldman: Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental.
4.      Clifford T. Morgan: Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan hewan.
5.      Gardner Murphy: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup  terhadap lingkungannya.
6.    Kamus Psikologi (Chaplin): psikologi sebagai suatu ilmu pengetahuan adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dan binatang; studi mengenai organisme dalam segala variasi dan kompleksitasnya, untuk bereaksi terhadap perubahan yang terus menerus dan aliran dari kejadian-kejadian fisik/ragawi dan peristiwa-peristiwa sosial yang menyusun lingkungannya.
7.      Crow & Crow : Pschycology is the study of human behavior and human relationship.
    (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: lingkungan, hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.
8.  Sartain : Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia).
9. Bruno : Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
10.  Richard Mayer : Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia
11.  James,W. : Psychology is the science of mental life, both of its phenomena, and of their condition. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mental atau pikiran, yang berupa phenomena-penomena dan kondisi-kondisi yang mempengaruhinya.

Berdasarkan berbagai pengertian diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang menyelidiki dan membahas gejala-gejala dan aktivitas-aktivitas kejiwaan manusia yang
berwujud tingkah laku, baik itu tingkah laku yang terlihat dan tersembunyi pada manusia, baik selaku
individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.  

B. Kedudukan Psikologi

Istilah psikologi sebagai ilmu jiwa tidak digunakan lagi sejak tahun 1878 yang dipelopori oleh J.B Watson sebagai ilmu yang mempelajari perilaku karena ilmu pengetahuan menghendaki objeknya dapat diamati, dicatat dan diukur, jiwa dipandang terlalu abstrak, dan jiwa hanyalah salah satu aspek kehidupan individu.

Psikologi dapat disebut sebagai ilmu yang mandiri karena memenuhi syarat berikut: 1) secara sistematis psikologi dipelajari melalui penelitian-penelitian ilmiah dengan menggunakan metode ilmiah, 2) memiliki struktur kelimuan yang jelas, 3) memiliki objek formal dan material, 4) menggunakan metode ilmiah seperti eksperimen, observasi, case history, test and measurement, 4) memliki terminologi khusus seperti bakat, motivasi, inteligensi, kepribadian, dan 5) dapat diaplikasikan dalam berbagai adegan kehidupan.

Psikologi sebagai suatu ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah, merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan penelitian-penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah adalah penelitian yang dijalankan secara terencana, sistematis, terkontrol, dan dalam psikologi berdasarkan atas data empiris.
Psikologi sebagai ilmu pengetahuan (science) memiliki tiga fungsi yaitu menjelaskan, memprediksi, mengendalikan.


C. Ruang Lingkup Psikologi

Ruang lingkup psikologi ditinjau dari segi objeknya psikologi dapat dibedakan menjadi dua golongan besar, yaitu: 


1. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia.
2. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan.

Menurut Emmanuel Kant (1724-8104) ruang lingkup psikologi terbagi menjadi tiga;

1. Kognisi; Pemahaman pemikiran.
2. Emosi; Gejala jiwa yang menonjol yang menimbulkan gejolak jiwa.
3. Konasi; Ketindak atau kemauan

D. Metode-Metode Mempelajari Psikologi

Pada dasarnya metode penyelidikan dapat dibedakan atas dua bagian besar yaitu longitudinal dan crossectional.



1. Metode Longitudinal ; yaitu suatu metode yang membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencapai  
suatu hasil penyelidikan, oleh karena itu diperlukan suatu kesabaran dan ketekunan dalam menggunakan     
metode ini.


2. Metode Crossectional; yaitu suatu metode yang dalam penyelidikannya tidak membutuhkan waktu yang relatif lama. Artinya dalam waktu yang relatif singkat dapat mengumpulkan data penyelidikan yang banyak.


Selain metode tersebut diatas, dalam penyelidikan psikologi juga digunakan metode-metode seperti :


1. Metode yang bersifat filosofis, terdiri dari :

a) Metode intuitif adalah metode yang di peroleh dengan bergaul secara langsung dengan objek yang akan diteliti, baik secara disengaja atau tidak disengaja.

b) Metode kontemplatif adalah metode yang dilakukan dengan jalan merenungkan objek yang akan di ketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir kita.

c) Metode agamis / religius yaitu metode yang diperoleh dengan jalan / cara mempergunakan materi-materi agama sebagai alat utama untuk meneliti pribadi manusia. Nilai-nilai yang terkandung dalam agama merupakan kebenaran absolut dan pasti benar.

2. Metode yang bersifat empiris, terdiri atas :

a) Metode Observasi, yaitu metode yang mempelajari kejiwaan dengan sengaja mengamati secara langsung, teliti dan sistematis. Dalam hal ini observer dapat melalui tiga cara, yaitu :


  • Metode introspeksi (retrospeksi); yaitu suatu metode penyelidikan dengan melihat kembali  peristiwa-peristiwa kejiwaan yang telah terjadi dalam dirinya sendiri yang dilakukan secara jujur, objektif dan tepat karena merupakan pengetahuan jiwa yang utama dan menjadi dasar pengetahuan bagi ekstropeksi.
  • Kelemahan-kelemahan metode instropeksi adalah :
     a) Kesulitan pada manusia untuk menghayati dan mengingat kembali

     b) Faktor ingatan kadang menghambat proses yaitu adanya faktor kelupaan dan
         pencampuradukkan antara fantasi dan ingatan

     c) Kekurangan perbendaharaan bahasa untuk mendeskripsikan kembali peristiwa-peristiwa
         jiwa yang telah dan sedang terjadi

    d) Diragukan obyektivitasnya oleh karena adanya ketidakjujuran
  • Metode Introspeksi eksperimental; adalah suatu metode instrospeksi yang dilaksanakan dengan mengadakan eksperimen secara sengaja dan dalam suasana yang dibuat. Metode ini merupakan penggabungan metode instrospeksi dan metode eksperimen Pada instrospeksi murni, hanya diri penyidik yang menjadi obyek, tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subyek terdiri dari beberapa orang yang dieksperimentasi. Sehingga dengan banyaknya subyek penyelidikan hasilnya akan lebih bersifat obyektif.
  • Metode Ekstrospeksi; adalah suatu metode dalam ilmu jiwa yang berusaha untuk menyelidiki atau mempelajari dengan sengaja dan teratur gejala-gejala jiwa sendiri dengan membandingkan gejala jiwa orang lain dan mencoba mengambil kesimpulan dengan melihat gejala-gejala jiwa yang ditunjukkan dari mimik dan pantomimik orang lain.
b) Metode Pengumpulan data, yaitu metode yang dilakukan dengan mengolah data-data yang didapat dari kumpulan pertanyaan dan jawaban (angket), bahan-bahan riwayat hidup (biografi) ataupun bahan-bahan lain yang sedang diselidiki. Dalam hal ini peneliti atau penyidik dapat menempuh dengan melalui 3 cara :

  • Metode angket interview; adalah suatu penyelidikan yang dilaksanakan dengan menggunakan daftar pertanyaan mengenai gejala-gejala kejiwaan yang harus dijawab oleh orang banyak, sehingga dapat diketahui keadaan jiwa seseorang. Metode interview adalah metode dengan mengadakan tanya jawab langsung secara lisan kepada subyek yang diselidiki. 
  • Metode biografi; adalah lukisan atau tulisan perihal kehidupan seseorang, baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal.Ada 2 macam versi tulisan dalam metode ini :
    - Autobiografi, yaitu tulisan dalam buku harian diri sendiri yang ditulis sendiri.
    - Biografi yaitu buku tentang riwayat hidup seseorang yang ditulis orang tertentu.
  •  Metode pengumpulan bahan; yaitu suatu metode yang dilaksanakan dengan jalan mengumpulkan bahan-bahan terutama pengumpulan gambar-gambar yang dibuat oleh anak-anak.

c)  Metode Eksperimen (Percobaan): yaitu  pengamatan secara teliti terhadap gajala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan sengaja.

d) Metode Klinis; adalah nasehat atau bantuan kedokteran yang diberikan kepada para pasien oleh ahli kesehatan. Metode klinis yang diterapkan dalam psikologi ialah kombinasi dari bantuan klinis – medis dengan metode pendidikan, untuk melakukan observasi terhadap para pasien. Metode ini dapat di lakukan dengan 3 cara yaitu mengamati; mengumpulkan deskripsi; menjelaskan.

e) Metode Interview; adalah suatu metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan secara lisan.

Kelemahan metode interview adalah :
1) Penyelidikan membutuhkan waktu yang cukup lama
2) Memerlukan keahlian khusus
3) Hasil kurang obyektif

Kelebihan metode interview adalah :
1) Pada interview hal-hal yang kurang jelas dapat diperjelas
2) Penginterview dapat menyesuaikan keadaan yang diinterview
3) Adanya hubungan yang langsung (face to face) karena itu diharapkan dapat menimbulkan suasana hubungan yang baik

f) Metode testing adalah metode penyelidikan yang menggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan atau tugas yang distandarisasikan. Berdasarkan cara orang yang menjawab, tes dibedakan menjadi :
1) Test bahasa (verbal test), yaitu test di mana testee (orang yang dites) dalam mengerjakan test menggunakan bahasa.
2) Test peraga (performance test), yaitu test di mana testee dalam mengerjakan tes tidak perlu menggunakan bahasa, cukup dengan perbuatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar